Musisi Jazz Aceh Gelar Coaching Clinic dan Konser

Mulyadi

Lama tak terdengar, musisi jazz kenamaan Aceh yang juga seorang guru musik, Mulyadi menggelar coaching clinic di Banda Aceh. Selain coaching clinic, personil Leuser Band ini juga menggelar konser bertajuk: “Konser Jazz Mulyadi and Leuser Band”. Acara ini berlangsung di Haba Kafe, Lampriet, Banda Aceh, Selasa, 18 November 2014.

Ketua panitia acara Putra Petrozzo mengatakan, dalam coaching clinic tersebut, Mulyadi atau yang akrab disapa Bang Mul akan mengajarkan prinsip-prinsip dasar improvisasi. Sesi coaching clinic ini dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Dilanjutkan Konser Jazz Mulyadi and Leuser Band pada malam hari.

“Dalam sesi coaching clinic Bang Mul didampingi Putra, yang juga anak sulungnya. Putra adalah drummer band nasional Killing Me Inside. Mereka akan membagi ilmu kepada audience,” kata Putra Petrozzo, yang merupakan Ketua GMA Kota Banda Aceh

Petrozzo mengatakan, acara ini diadakan atas permintaan para musisi Banda Aceh untuk memanfaatkan kepulangan sang maestro yang baru saja mentas di acara Lustrum Fakultas Pertanian Unsyiah ke 50, Sabtu (16/11/14). Petrozzo menjelaskan, konser musik Jazz pada malam harinya juga akan menghadirkan bintang tamu musisi senior Aceh lainnya.

Dijadwalkan, mantan Ketua DPRK Banda Aceh, Yudi Kurnia akan jam session bermain bass bersama Popi Gade, Iwan Sunaryo, Moritza Thaher, Maywansyah, Didi NLC, Nona Fauziana, dll.

Mulyadi adalah pianis kelahiran Banda Aceh, 53 tahun yang lalu. Dia dikenal aktif bermusik dan mengajar di Bina Musika Taman Budaya. Bersama Raynir Rais, Moritza Thaher, Yul Vai, Nona Fauziana, Adek Fahrur, dan Agung yang tergabung di dalam Leuser Band, dia telah mengharumkan nama Aceh di belantika jazz nasional.

Pindah ke Lhokseumawe untuk menjadi karyawan di PT Asean Aceh Fertilizer sejak tahun 1992, Mulyadi kemudian ditarik oleh PT Pupuk Kaltim dan berdomisili di Bontang sejak 2003. Kehadirannya kembali di Banda Aceh akan menjadi obat penawar rindu bagi para musisi dan penggemar musik yang mengenalnya.

Acara ini terbuka bagi umum dan tidak dipungut bayaran. Even ini didukung oleh Yudi Kurnia, Disbudpar Kota Banda Aceh, Dewan Kesenian Aceh, Dewan Kesenian Banda Aceh, Cibloe Ent, GMA, Sekolah Musik Moritza, dll.***

(press release)

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: